Cara Kerja Relay 8 Kaki


Jikalau pada artikel sebelumnya kita membahas kontaktor dan cara kerjanya, mana tahu ini kita akan membahas adapun relay dan prinsip kerjanya.

Seumpama contoh, pada artikel ini kita akan membahas relay

made by omron

dengan hipotetis LY2. Relay  omron LY2 ini mempunyai 8 buah tungkai yang nantinya akan dipasang pada socketnya.


Relay dan Prinsip kerjanya

Gambar di atas yakni rajah fisik dari relay. Bagian bawah (warna hitam) disebut socket relay, sebagai tempat dipasangnya relay seharusnya mudah dihubungkan ke terminal kontrol lainnya.

Relay dan kontaktor sama-sederajat memperalat prinsip medan magnet yang ditimbulkan makanya coil nan dialiri arus untuk ki memengaruhi lidah (armatur) relay berusul posisi NC (Normally close) ke NO (Normally open) atau sebaliknya.


[Updated 2022} Relay dan Prinsip kerjanya

Bentuk betulan relay


[Updated 2022} Relay dan Prinsip kerjanya

Rencana 3D relay

Gambar di atas adalah tulangtulangan fisik bagian dalam berbunga relay takdirnya covernya dibuka. Terdiri bersumber bilang bagian yang memiliki faedah masing-masing sebagaimana nan akan kita bahas berikut.


[Updated 2022} Relay dan Prinsip kerjanya

A. Posisi kontak relay momen dikasih catu resep


[Updated 2022} Relay dan Prinsip kerjanya

B. Posisi kontak relay saat catu kunci dimatikan

Pada gambar di atas, kita mengintai 2 gambar relay dalam kondisi berbeda. Gambar A adalah kondisi pron bila relay Energized (dengan catu daya). Sedangkan bagan B adalah kondisi relay saat De-energized (tanpa catu daya).

Onderdil-komponen relay

Berikut ini adalah komponen-komponen relay berdasarkan gambar A dan B di atas.

  1. Spring
  2. Armatur
  3. Kontak NO dan NC
  4. Perikatan COM
  5. Core
  6. Coil / Electromagnet
  7. Hinge
  8. Setopan Com
  9. Terminal Koil
  10. Terminal NO dan NC


Spring

Saya rasa kita semua tau persis fungsi spring segala. Spring lega relay nantinya akan bekerjasama dengan armatur relay.

Internal kondisi tidak energized (tidak ada power), spring akan menarik armatur ke posisi kontak NC sehingga kontak dan terminal NC berlimpah dalam posisi close (terhubung). Jadi, spring ini lah yang mewujudkan kontak relay dalam posisi NC saat tidak cak semau catu sosi ke coil sebagaimana rajah berikut.


[Updated 2022} Relay dan Prinsip kerjanya


Armatur

Armatur ataupun bisa disebut lidah relay adalah bagian yang akan menambat kontak-kombinasi relay dari posisi NO ke NC atau sebaliknya.




Nikah NO dan NC

Sesuai namanya, pergaulan NO dan NC akan berpindah posisi dari open ke close saat coil diberikan catu trik. Ke 2 aliansi inilah yang akan dihubungkan ke sistem kontrol lainnya sesuai kebutuhan.




Contak COM

Kontak COM berfungsi seumpama sumber cak bagi ke 2 kawin plong relay yaitu NO dan NC. Para teknisi biasa menyebutnya ibarat kontak incoming.




Core (Inti)

Core / inti adalah inti besi nan berfungsi sebagai panggung coil dililitkan.




Coil

Coil merupakan benang besi tembaga kecil yang dililitkan plong Core. Coil ini lah yang nantinya akan menghasilkan tempat magnet ketika diberikan catu daya.

Gelanggang besi sembrani yang dihasilkan oleh coil relay nantinya akan jadi
anti spring.
Artinya, coil akan bekerja berlawanan dengan spring. Jika spring menarik armatur ke posisi NC, maka gelanggang besi sembrani nan dihasilkan oleh coil akan menarik armatur ke posisi NO.




Hinge (Engsel)

Hinge akan berfungsi sesuai namanya. Sebagaimana engsel gapura. Hinge akan membantu proses perpindahakn armatur dari posisi NC ke NO atau sebaliknya.




Setopan COM

Setopan Com ini adalah salah satu tungkai relay. Sama halnya dengan perikatan Com, terminal com ini nantinya akan menyambat

kontak Com

dengan

terminal Com

pada socket relay sehingga terdapat arus puas terminal NO dan NC.




Terminal coil

Setimpal halnya dengan terminal Com. Terminal coil adalah perigi catu pokok ke koil, yang nantinya akan menimbulkan medan besi sembrani dan membuat armatur bisa bekerja memindahkan posisi kontak NO ke NC.




Terminal NO dan NC

Merupakan kaki relay yang menjadi perpanjangan tangan berpunca pertalian NO dan NC. Ketika gayutan relay dalam posisi NC, maka perputaran akan mengalir melalui terminal NC. Begitupun pada kontak NO.



Baiklah, setelah kita memahami bagian-adegan relay beserta fungsinya, maka selanjutnya adalah kita akan meributkan bagaimana sih mandu kerja relay?

Kaidah kerja Relay LY2 Omron



Prinsip kerja relay



  1. Pada relay LY2 terdapat 2 buah kontak input penting yakni terminal no 5 dan 6, baik pada unit relay maupun pada socketnya.

    Saban perpautan terdiri dari 2 buah output nan berada dalam kondisi NO (3 dan 4) dan NC (1 dan 2).
  2. Terminal 7 dan 8 merupakan sendang catu daya ke coil relay.
  3. Ketika terdapat catu daya pada terminal 7 dan 8, maka akan keluih medan magnet pada pada coil relay sehingga pertalian relay yang tadinya mampu sreg posisi NC (1 dan 2), berpindah ke posisi NO (3 dan 4) karena ditarik makanya medan besi sembrani nan ditimbulkan makanya coil tersebut. Momen catu daya menuju coil diputus, maka perantaraan relay akan kembali ditarik ke posisi semula makanya Spring relay. Serupa itu seterusnya.


Relay jenis ini biasanya banyak digunakan plong perusahaan-perusaan industri sebagai keseleo satu komponen sistem kontrol.


Sekian artikel kali ini tentang tentang relay. Jika ada yang kurang jelas atau mau dikoreksi, silahkan ditanyakan di rubrik komentar.

Mohon tolong dishare sekiranya anda menganggap artikel ini signifikan. Terimakasih…



Source: https://www.khaddavi.net/2015/07/relay-dan-prinsip-kerjanya.html

Originally posted 2022-08-06 20:20:52.