Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk Anak

Setiap anak n kepunyaan tahapan tumbuh kembang nan berlainan-beda, sesuai dengan sukma mereka. Detik anak Mama sudah memasuki arwah dua tahun, otaknya membentuk afiliasi antar saraf yang tidak ternilai jumlahnya. Inilah yang membantunya mencerna apa, bagaimana dan kenapa dunia kecilnya demikian.

Di usianya tumbuh kembangnya ini, anak mulai merespon dengan perilaku yang cukup menjengkelkan. Seperti mengamuk, menimbuk, menggigit, menjerit dan perilaku lain yang yakni konvensional bagi balita.

Meskipun perilakunya sering membuat Mama jengkel, Mama bisa mencegahnya dan mengajarkan berperilaku lebih baik. Apa saja sih perilaku buruk yang seringkali dilakukan anak semangat dua waktu? Yuk ketahui jawabannya dari
Popmama.com
berikut ini, Ma.

1. Kasar: menimbuk dan mengigit

1. Agresif memukul mengigit

todaysparent.com

Perilaku kasar menjadi episode biasa dari urut-urutan balita. Anak biasanya mengamalkan ini ketika mereka memiliki keinginan awet terhadap sesuatu dan tidak tercapai. Mati, Ma!

Mama bisa melakukan sejumlah mandu bagi mencegahnya, diantaranya tetap sunyi saat semenjana emosi bsia menjadi contoh untuknya. Berikan penjelasan kerjakan bukan menyakiti makhluk lain hendaknya anak dapat lebih tenang.

2. Menginterupsi

2. Menginterupsi

sciencenews.org

Sering merasa diinterupsi si Kecil detik Mama medium merenjeng lidah dengan manusia tak? Ini wajar, Ma. Sebab anak asuh yang berumur dua hari berpikir bahwa bumi dan segala isinya (termaktub orangtuanya) cak semau untuk keuntungannya.

Alih-alih memarahinya, Mama boleh mencegahnya dengan membaca dan mengajarkan konsep perilaku yang sopan agar anak mengetahu kapan waktunya mereka harus berbicara momen orang tidak juga bersuara.

3. Berbohong

3. Berbohong

Pixabay/PublicDomainPictures

Tidak sepenuhnya anak asuh berbohong, sebab sampai usianya 3 alias 4 hari anak masih tidak bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi. Sekiranya momongan Mama berbohong, bukan berarti ia memahami konsep berbohong dan mengtakan yang selayaknya.

Cara mencegahnya adalah dengan mendorongnya untuk berbicara jujur sejak dini. Alih-alih membentaknya yang semakin membuatnya takut bikin berkata mustakim, lebih baik menjelaskan konsep berkata jujur.

Mama lagi enggak bisa menuduhnya, ini bisa membuatnya semakin merembah dan tak kepingin berkata yang sebenarnya.

4. Menarik rambut

4. Menarik rambut

Pexels/Skitter Photo

Menarik rambutnya boleh menjadi salah suatu cara anak Mama mengekspresikan diri dan mencoba mengendalikan lingkungan terdekatnya. Atau bisa pun reaksi terhadap ketrampilan kognitifnya dalam menyelesaikan suatu komplikasi.

Mama dapat mencegah kebiasaan buruknya itu dengan jujur padanya itu tak berpengaruh, justru hanya menyakitinya belaka. Pegang tangannya ketika ia mulai melakukannya pula, beri tahu si Kecil bahwa itu akan menyakitkannya.

Editors’ Picks

5. Culik diri

5. Melarikan diri

readyseteat.com

Melarikan diri disini enggak dimaksudkan perilaku buruk karena membidik mulut Mama, tetapi makin lega ketika mereka kepingin memformulasikan pada Mama bahwa mereka bisa berbuat sesuatu dengan mandiri. Sebagaimana berlari mengambil troli seorang saat belanja.

Tak teristiadat mencegahnya, Ma. Biarkan anak melakukan kejadian nan kadang kala membuatnya dalam bahaya. Prinsip lain bikin mengendalikannya adalah dengan selalu berbenda didekatnya saat anak semenjana berperilaku demikian, hal in iagar Mama boleh mengawasinya.

6. Berteriak

6. Berteriak

westcrosscompany.com

Bilang balita berteriak kapan sekali lagi detik mereka ingin mendapat perhatian orangtua mereka. Namun tak jarang anak asuh suka menaikan tagihan celaan teriakannya nan membuat Mama merasa jengkel, morong?

Ketahui apa yang membuatnya berteriak kerjakan dapat mempersatukan sikap menjengkelkannya itu. Jikalau kamu berteriak merasa capek atau tak nyaman saat ki berjebah disuatu palagan, Mama bisa segara mungkin membawanya memencilkan dari tempat itu agar teriakannya tak membuat basyar lain terganggu.

7. Tattling

7. Tattling

momlovesbest.com

“Tattling atau mengoceh memungkinkan koteng anak kerjakan meningkatkan anak asuh lain, untuk mendapatkan bantuan di indra penglihatan orangtua atau gurunya,” introduksi Jerry Wyckoff, seorang psikolog anak asuh di Prairie Village, Kansas, dan dabir Discipline Without Shouting or Spanking.

Meski camar membuat jengkel, tattling merupakan kesempatan untuk membantunya belajar menyelesaikan problem koteng dan menunjukkan kepadanya bagaimana membela anak adam tidak. Hal yang perlu Mama perhatikan adalah, lingkungan sekitar saat anak berangkat calak apakah akan menganggu orang tidak atau tidak.

8. Menggoda sesama

8. Menggoda sesama

madya.com

Saling menggoda satu sama lain mungkin sayang dilakukan momongan-anak, hal ini seringkali mewujudkan anak nan digoda kemudian menangis tak cak dapat. Sebaiknya tak menjadi kebiasaan yang terus menerus, Mama bisa mengajari mereka bagaimana prinsip berkomentar dengan baik, alih-alih mengolok teman mereka. Tentu namun ini lebih bijak dariapda mengolok-olok teman mereka dengan komentar mengejek.

9. Tantrum

9. Tantrum

primroseschools.com

Momongan-anak roh 1 sampai 3 waktu dulu rentan dengan amukan. Anak akan secara tahu-tahu mengamuk karena sesuatu yang ia inginkan tak didapatkan, atau sekedar merasa lain nyaman dengan sesuatu yang sedang engkau kerjakan.

Biarpun ini mana tahu sulit untuk ditangani dan membuat jengkel banyak orang, Mama harus konstan sirep karena anak asuh tidak akan merespon teriakan yang Mama berikan. Sebab bilang anak yang sedang tantrum, saat diterikai lakukan tutup mulut malar-malar dia akan semakin mengamuk.

10. Lontar barang

10. Melempar barang

Freepik/ javi_indy

Bukan semata emosi, melempar barang boleh menjadi ketrampilan baru nan mengademkan buat lazimnya anak usia 18 wulan sebatas 3 tahun. Cak agar menyenangkan untuk mereka, tetapi tidak bagi khalayak disekitarnya.

Alih-alih memintanya mengetem dan memarahinya, Mama mudahmudahan menjelaskan padanya apa saja barang-dagangan yang bisa dan tida dapat untuk dilempar. Jelaskan juga apdanya barang-barang yang enggak boleh dilempar siapa akan membahayakan takdirnya tentang khalayak enggak.

11. Merengek

11. Merengek

Freepik

“Balita gelojoh tidak tahu bagaimana lagi mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Mereka lebih mudah frustasi dan akan menginjak merengek,” introduksi Dr. Tina Gabby, mahaguru klinis perilaku dan pengembangan di University of California, San Francisco.

Biasanya jika sira ingin mendapatkan manah orangtuanya, atau menginginkan sesuatu, anak asuh mulai merengek dan menangis sampai nan kamu inginkan terpenuhi. Itulah cara mereka berekspresi.

Hal ini boleh menjadi perhatian Mama alangkah pentingnya bakal membantunya sparing memformulasikan dirinya dengan cara yang dapat diterima.

Sejumlah orangtua menangkap tangan bahwa mengajari anak asuh-anak mereka bahasa isyarat jabang bayi atau beberapa gerakan sederhana mengurangi kemarahan dan merengek. Bahasa pertanda bisa kondusif balita memahami maksud mereka ketika mereka kesulitan menemukan kata-kata yang tepat.

Itulah aneka kebiasaan buruk momongan yang kebanyakan sering dilakukan sejak sukma 2 musim. Anak Mama bertambah pelalah melakukan nan mana nih? Daripada memarahinya, silakan atasi dengan cara yang lebih baik, Ma.

Baca lagi:

  • Viral! Seorang Anak asuh TK Menangis Tengah Malam ke Sekolah karena Ribang
  • 7 Cara Mengatasi Anak yang Menangis Momen Berangkat Sekolah
  • Mandu Terbaik Menghadapi Balita Menangis

Source: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/ninda/kebiasaan-buruk-anak-2-tahun-dan-cara-mengatasinya