Cara Menghilangkan Lendir Pada Ayam Jago

Ilustrasi ayam ternak. Foto: Pixabay


Seperti umumnya fauna yang lainnya,


ayam


juga rentan rantus penyakit. Sejumlah penyakit yang paling kecil belalah diderita oleh ayam aduan adalah berak kapur (


Pullorum

), tetelo, dan


penyakit ayam jantan ngorok

. Biasanya kelainan-penyakit ini akan menjangkit sekiranya lain disembuhkan.


Dijelaskan makanya Didit Gondang dan Maloedyn Sitanggang intern bukunya yang berjudul


Ayam Pakhoe; Sang Petarung Paling Unggul

, kelainan ngorok sreg ayam atau CRD (

Chronic Respiratory Disease

) pelahap disebut pula dengan nama mikoplasmosis, sinusitis, atau


air sac

.


Penyakit


ini disebabkan maka dari itu bakteri


Mycoplasma gallisepticum


dan membidas ayam aduan dengan usia 4-9 minggu.


Gejala yang tampak adalah ayam sering wahing, ingus keluar dulu cingur, serta ngorok saat bernapas. Plong ayam yang usianya masih mulai dewasa, kebobrokan ini menyebabkan tubuh menjadi lemah, sayap mengampai, mengantuk, dan


diare


dengan kotoran berwarna mentah atau kuning keputih-putihan.


Ayam yang sudah lalu terkena ki kesulitan CRD sekali lagi boleh dilihat pada matanya yang terdapat eksudat berbuih. Pada kasus yang kronis, ayam bosor makan menggeleng-gelengkan kepala dan tubuhnya semakin kurus, serta kehabisan hancuran.


Penularan masalah CRD bisa melalui fotosintesis, balgam, atau talang seperti mana alat-alat yang digunakan untuk makan dan lainnya. Cara pengendalian atau pencegahan CRD yang efektif yakni dengan melakukan pemeriksaan terhadap anak ayam yang berumur satu hari atau DOC (

Day Old Chick

) berpunca pembibitnya, juga berbuat pemeliharaan dengan baik.


Preventif enggak yang bisa dilakukan seperti mengoreksi tata laksana kandang, melakukan sanitasi air minum yang baik, memberikan terapi nan tepat, dan menerapkan biosekuriti yang ketat.


Akan saja, takdirnya ayam aduan mutakadim terlanjur terkena CRD (ayam ngorok), maka perawatan yang dilakukan harus lebih intensif sekali lagi. Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati ayam jago ngorok.


Pendirian Mengobati Ayam Ngorok

Ilustrasi cara mengobati ayam ngorok. Foto: Pixabay


Edy Sutomo menjelaskan dalam bukunya yang berjudul


99% Gagal Beternak Ayam jantan Petelur

, problem ngorok pada ayam alias yang legal disebut dengan CRD (

Chronic Respiratory Disease

) yaitu infeksi saluran fotosintesis yang menyebabkan ayam aduan tersebut mengeluarkan celaan saat tertidur. Ayam jago ngorok tentunya dapat diobati dengan cara berikut:



1. Mengimpitkan predestinasi amonia dan duli di dalam kandang


Cobalah menekan suratan amonia dan debu nan cak semau di dalam kandang. Hal ini boleh dilakukan dengan melakukan perbaikan kandang, mengurangi kepejalan kandang, memperhatikan penataan


litter


(alas kandang), dan memedulikan ventilasi kandang serta pengaruh lingkungan.



2. Pemeliharaan secara mondial


Lakukan pemeliharaan lega ayam jantan secara universal. Maksudnya, ayam aduan-ayam aduan nan sudah lalu terjangkit penyakit diperiksa dan dirawat terbit dalam ataupun asing. Berikan vitamin, peranakan yang sesuai, serta tempat yang nirmala dan aman.

Ilustrasi ayam. Foto: Pixabay


Prinsip terakhir adalah memberikannya antibiotik. Pengobatan ini bisa disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan oleh pabrik penggubah pemohon.


Pengobatan menggunakan antibiotik dapat dilakukan sebanyak 305 hari berturut-masuk. Apabila ayam masih ngorok, lekas pisahkan anda dari ayam-ayam lain yang kondisinya segar agar tak menular.


Memberikan antibiotik sreg ayam jantan bisa memperalat spuit yang jarumnya sudah diambil. Pasca- diberi pelelang, ayam nan sedang sakit harus dikontrol pada malam hari, untuk memaklumi apakah ayam aduan tersebut masih ngorok atau tidak.

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/penyebab-dan-cara-mengobati-ayam-ngorok-1xmGTp6XdWk