Cara Menghilangkan Sifat Kemayu Pada Pria

KOMPAS.com –
Seorang laki-laki sering dianggap sebagai pelindung dayang karena secara fisik kian kuat. Sahaja, senyatanya pas banyak adam nan punya rasam tak kalah “genit” dengan wanita.

Seorang pria dianggap bahadur jika ia punya postur awak tahapan, tegap, kekar, dan awet.  Rasam atau ciri maskulin tersebut ternyata tidak ditentukan berpokok macam kelaminnya, melainkan didapatkan dari kromosom Y dan berbagai mutasi di dalam tubuh.

Manusia terlahir dengan 46 kromosom yang terdiri dari 23 pasang. Adalah kromosom X dan Y yang menentukan varietas kelamin seseorang. Mayoritas perempuan punya 46XX dan mayoritas lelaki kromosomnya 46XY.

Investigasi membuktikan bahwa cak semau versi n domestik setiap 1000 kelahiran. Misalnya, ada orang yang terlahir dengan suatu kromosom X atau satu kromosom Y, serta ada pula nan terlahir dengan lebih dari suatu kromosom X atau Y.

“Tidak semua dara n kepunyaan kromosom XX dan tidak selalu laki-laki itu XY, ada banyak sekali varian,” papar dr.Roslan Yusni Hasan, Sp.BS, dari RS Mayapada Jakarta, Kamis (28/1/16).

Varian dari jumlah kromosom seks tersebut bisa menimbulkan perbedaan secara fisik atau juga tidak. Misalnya saja perempuan dengan tiga kromosom X memiliki perkembangan ciri seks yang normal.

Dokter yang akrab disapa dokter Ryu ini menguraikan, kromosom Y baru muncul saat janin berusia 8 minggu.

“Di usia kehamilan 8 minggu terjadi polarisasi, penarikan hormon-hormon maskulin makanya kromosom Y. Penarikan alias ekspresi gen ini bisa terjadi ekstrem, setengah, alias juga seperempat. Kita tidak bisa menentukan,” katanya.

Momen eskpresi gen maskulin ini terjadi ekstrem, maka ciri maskulin akan muncul dengan jelas. Misalnya berbadan kekar, berurat, dan sebagainya.

Sebaliknya jika ekspresi gennya terjadi hanya setengah, maka seseorang dengan jenis kelamin maskulin boleh saja punya ciri feminin.

“Itu sebabnya kok makin banyak cowok yang kecewek-cewekan ketimbang sebaliknya,” katanya.

Intern situs
WHO.int
dijelaskan, kromosom Y berlaku sebagai pembangkit fenotipe. Saat kromosom ini muncul, maka testis di janin berangkat berkembang. Darurat jika kromosom ini tidak unjuk, nan berkembang adalah nafkah.

“Makhluk yang memiliki aturan adam tersebut bertugas menyediakan pasokan rahim dan melindungi lebah ratulebah berpunca pemangsa. Sementara nan betina karena ototnya kerdil lebih sepakat mengasuh. Konseptual seperti mana ini yang fit dengan pemilihan alam karena mudah bertahan atma,” katanya.

Karena lebih kuat internal berseregang hidup, mereka pun dapat meneruskan resan-sifatnya kepada anak-anaknya.

Tabib nan menjadi staf penatar di Jepang ini mengatakan, junjungan-suami dengan aturan feminin sejak tinggal sudah ada, hanya tetapi mereka tidak bisa bertahan hidup sehingga lain bisa meneruskan sifatnya plong keturunannya. Kalau pun ada jumlahnya sangat sedikit.

Dapatkan update
berita sortiran
dan
breaking news
setiap hari berpokok Kompas.com. Silakan berintegrasi di Grup Benang besi “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://cakrawala.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install petisi Dawai terlebih dulu di ponsel.

Source: https://health.kompas.com/read/2016/01/30/130000023/Laki-laki.Kok.Kemayu.?page=all