Jelaskan Waktu Yang Tepat Untuk Penyembelihan Aqiqah

Tata Kaidah Penyembelihan Hewan Aqiqah

Pustaka Ketika Menyembelih Dabat Aqiqah

فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ
“Maka makanlah mulai sejak apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah keunggulan Halikuljabbar…” [Al-Maidah/5 : 4]

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut keunggulan Allah momen menyembelihnya, sesungguhnya polah sejenis itu adalah suatu kefasikan.” [Al-An’am/6 : 121]

Adapun wahyu Rasul akan halnya tasmiyah (membaca bismillah) sudah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Maka dari itu karena itu, puji-pujian tersebut juga diucapkan ketika meyembelih satwa bagi aqiqah karena merupakan riuk satu jenis kurban yang disyariatkan maka dari itu Islam. Maka insan yang menyembelih itu biasa menyabdakan : “Bismillahi wa Allahu Akbar”.

Membelai Darah Sembelihan Aqiqah Di Atas Kepala Bayi Merupakan Perbuatan Bid’ah Jahiliyah

“Berpunca Aisyah berkata : Sangat ahlul kitab pada perian jahiliyah, apabila kepingin mengaqiqahi bayinya, mereka mencelupkan kapas pada bakat sembelihan hewan aqiqah. Setelah mencukur rambut kanak-kanak anyir tersebut, mereka mengusapkan kapas tersebut pada kepalanya ! Maka Rasulullah bersabda : “Jadikanlah (gantikanlah) darah dengan khuluqun (sejenis minyak wangi).” [Shahih, diriwayatkan oleh Anak laki-laki Hibban (5284), Abu Dawud (2743), dan disahihkan oleh Hakim (2/438)]

Al-‘Allamah Syaikh Al-Albani dalam kitabnya “Irwaul Ghalil” (4/388) berkata : “Menyapu ketua jabang bayi dengan bakat sembelihan aqiqah termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah nan telah dihapus oleh Islam.”

Al-‘Allamah Rohaniwan Syukhani dala, kitabnya “Nailul Aithar” (6/214) menyatakan : “Jumhur ulama memakruhkan (membenci) at-tadmiyah (mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah)..”

Sedangkan pendapat yang membolehkan dengan hujjah berusul Ibnu Abbas bahwasannya beliau berbicara : “Tujuh perkara yang tercatat amalan sunnah terhadap anak boncel….dan diusap dengan darah sembelihan aqiqah.” [Hadits Riwayat Thabrani], maka ini merupakan hujjah nan dhaif dan mungkar.

Sumber: https://almanhaj.or.id/856-ahkamul-aqiqah.html

Source: https://aqiqahsikecil.com/tata-cara-penyembelihan-hewan-aqiqah/

Originally posted 2022-08-09 01:35:47.