Metode Pembelajaran Fisika Yang Menyenangkan


[email protected]seser

(ISSN 2086-5325)

http://www.fisikanet.lipi.go.id



Model Pembelajaran yang Menyabarkan


M. Asrofi
(SMKN 4 Malang)

“Banyak model nan dapat diterapkan privat mempelajari fisika, diantaranya dengan praktek, kendaraan TI, fenomena tunggul, rancangan/charta dan tak-bukan yang dapat digunakan buat meningkatkan prestasi pelajar”

Barang apa nan menyebabkan sulitnya belajar fisika? Siapa yang kesulitan? Kapan menghadapai kesulitan itu? Dimana letak kesulitan? Bagaimana mengatasi kesulitan tersebut?

Pada tahun ini pelajaran fisika akan timbrung kedalam netra ujian nan di UN-cerek oleh depdiknas. Mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh sebagian osean murid ini harus menghadapi tantangan besar untuk diketahui tingkat pencapaian yang dimiliki maka dari itu siswa. Berpunca hasil wawancara dengan beraneka rupa siswa di setiap tingkat sekolah, akan didapatkan bahwa kesulitan pelajar terletak pada banyaknya rumus yang harus dihafal. Tetapi ada pun yang rumit internal kognisi materi dan soal, sehingga jika soal diubah dalam bentuk lain maka pelajar lain akan berlambak mengerjakannya. Bakal itu guru harus memperalat berbagai wahana yang cak semau sehingga murid dapat memahami fisika dengan baik.

Oleh karena itu jauh-jauh hari sebelum siswa kita menghadapi ”perang”, kita harus mempersiapkan penerimaan yang baik lakukan siswa di sekolah masing-masing. Ada pepatah dari seorang juru ”jika saya ingin menunggangi pedang kerumahtanggaan perang maka 80 aya mengasah pedang dan 20 enggunakannya”. Terbit sini jelas bahwa kesiapan siswa dalam eksamen dipengaruhi oleh awalan yang matang sebelum kita melaksanakan ujian nasional, khususnya persiapan dalam pembelajarannya.

Cara yang dikembangkan makanya pendidik yang internal hal ini adalah guru mungkin dapat digunakan kerumahtanggaan penelaahan fisika yang baik dan menyedot minat siswa ialah sebagai berikut.

  1. Dengan mengeluh fenomena alam

    Mandu ini dikembangkan dengan cara menghubungkan materi kursus dengan peristiwa yang terjadi sehari-periode. Sebagai contoh dalam menerangkan energi gelombang elektronik kepada pelajar kita dapat mengklarifikasi bahwa bangunan yang rantus tsunami dapat roboh. Intern menerangkan evakuasi kalor boleh dijelaskan dengan air nan tetap sensual jika dimasukkan dalam termos. Dalam menjernihkan angin darat dan angin laut dengan melihat kapan nelayan mulai melaut dan kapan pula ke pantai.

    Contoh-konseptual diatas adalah sebagian boncel dari fenomena alam yang ada di sekitar lingkungan siswa yang berbimbing dengan materi fisika, dan masih banyak lagi fenomena alam bukan. Karena fisika ialah ilmu yang berasal dari fenomena liwa di sekitar kita, sehingga pelajar boleh memikirkannya secara nyata dan enggak model serta doang terarah pada rumusan tetapi. Jadi boleh memadukan antara fenomena dengan konsep fisika secara tepat.

  2. Dengan menggunakan gambar

    Kaidah dapat dikembangkan dengan mandu mencari rajah yang terserah di berbagai media dan mileu selingkung. Sebagai contoh kerumahtanggaan membersihkan gaya gesekan kita dapat mencari tulangtulangan tipe-keberagaman ban dari pirelli, michellin, bridgestone sampai swallow, GT radial, IRC dan tak-lain di internet, gambar yang didapatkan di internet atau berbagai alat angkut ditampilkan ke peserta, sehingga kita dapat menjelaskan kepada peserta tentang lukisan/guratan nan cak semau plong ban, teruma guratan yang ban racing dengan yang protokoler. Ataupun mempersunting kepada peserta adapun perbedaan pemanfaatan ban di balapan F1 pada cuaca panas dengan hujan angin .

    Selain itu dalam menjelaskan cara Bernoulli pada fluida berputar, kita dapat berburu gambar macam-varietas mobil di internet seperti ferrari. BMW, Mercedes sampai toyota, daihatsu, suzuki, honda dan lain-lain. Lembaga ditampilkan kesiswa dan mengklarifikasi mobil mana yang larinya lebih cepat dan mobil mana yang harganya lebih mahal.

    Cara ini dikembangkan oleh Bpk. Masno Ginting ketua HFI (Pusparagam Fisika Indonesia) nan sengaja mengambil rencana yang suka-suka di sekitar beliau dan ditampilkan kepada peserta, serta disertai tanya-pertanyaan yang membuat petatar berfikir tentang rancangan yang ditampilkan dan menggabungkannya dengan materi yang cak semau. Jadi dengan rajah tersebut diharapakan siswa mengarifi secara detail pendayagunaan teori fisika yang banyak diterapkan bakal kemajuan teknologi.

  3. Dengan memakai software

    Pada jaman waktu ini ini fasilitas teknologi butir-butir semakin pesat sehingga penggunaan berbagai perlengkapan TI tersebut dapat diterapkan dalam pengajian pengkajian fisika, software atau arketipe penerimaan yang dikembangkan dengan acara kartun interaktif nan divisualkan kepada siswa maka siswa dapat memahami konsep yang dipelajari secara nyata.

    Sempurna pembelajaran yang dikembangkan dengan program flash dapat dicari dan di download berusul majemuk situs di internet. Seperti e-dukasi.net, duniaguru.com, dan berbagai rupa ikon bakal pdf. Di situs tersebut akan mempermudah temperatur dalam penyampaian materi les kepada siswa sehingga peserta dapat mengamati proses fisika secara faktual, karena selama ini siswa menganggap konsep fisika adalah khayal, dan ini yang membuat murid sangat sulit mengakuri materi.

    Penggunaan software yang juga menggunakan programa flash adalah software pesona fisika. Software ini telah digunakan oleh banyak sekolah baik di luar maupun n domestik negeri seorang. Program ini kembali mengedepankan materi fisika yang ada untuk dihubungkan dengan animasi nan visual, audiovisual dan psikomotor. Terlibatnya AVP intern pengajian pengkajian akan membuat peserta tidak jenuh, malas, dan hal merusak lain. Sifat negatif ini akan berubah menjadi hal ang berupa sehingga minat murid untuk membiasakan semakin meningkat.

    Doang walaupun penggunaan sofware ini boleh ”berjalan sendiri” peran guru bak motivator dan stabilisator di kelas harus dijalankan dengan baik. Ialah dengan mandu memberikan penjelasan materi atau pokok bahasan yang tidak dapat dipedulikan secara simultan oleh siswa.

  4. Dengan percobaan

    Acuan pembelajaran dengan percobaan boleh dikembangkan dengan alat-instrumen yang tersedia di laboratorium sekolah. Sekolah nan besar akan punya fasilitas laboratorium yang teoretis sedangkan sekolah yang kecil maka kemudahan alat lab akan sedikit. Jadi pendirian ini akan sukses di sekolah besar dan akan menjadi basi jika di sekolah kecil.

    Takdirnya kita terpaku pada alat lab yang sememangnya maka pembelajaran nan berbasis praktek lain pernah akan terwujud. Kita dapat menyusun dan merancang alat-radas praktikum seorang. Dengan pendirian mencari benda benda di seputar kita yang masih gandeng dengan materi fisika secara luas. Kemudian alat yang dibuat ditampilkan kepada siswa dan dianalisi proses fisika apa yang terjadi.

    Seperti yang dikembangkan oleh Bpk. Chandra dari SMA N 10 Malang, yang berbuntut mewujudkan alat-alat peraga fisika dari bahan-sasaran bekas nan didapat berpangkal penjual barang lulusan dan dirangkai menjadi suatu alat peraga fisika terlambat nan tentunya materi fisika terutama konsep fisika turut n domestik alat peraga tersebut.

Tentunya model pembelajaran diatas doang sebagian kecil berpangkal cara sparing yang mebuat siswa buat menyenangi penerimaan fisika . Selain itu kalau kita tidak mencoba cermin tersebut maka kita akan merasa kalah dengan siswa yang semakin perian membutuhkan refresing materi sehingga mampu menyirat segala apa yang disampaikan oleh semua guru mata pelajaran.


revisi terakhir : 18 April 2008

Source: http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1208520681

Originally posted 2022-08-07 00:30:52.