Perintah Wajib Berpuasa Terdapat Dalam Alquran Surah

Jakarta

Sebagai pedoman manusia dalam menjalankan syariat Islam, Al Quran sudah lalu banyak mengabadikan
ayat-ayat
mengenai mengerjakan puasa. Amalan puasa sendiri ialah amalan yang istimewa sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam riwayat hadits berikut.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

Artinya: Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kelihatannya lipat. Tuhan Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untukKu. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (khalayak yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karenaKu,” (HR Bukhari dan Muslim).


Mengutip Memantaskan Diri Memegang Ramadan karya Duli Maryam Kautsar Amru, kata puasa berasal dari bahasa Arab Ash Shoum nan maknanya menyergap. Sebab itu, puasa dimaknai sebagai amalan menahan diri pada siang hari dari hal-hal nan membatalkan puasa dengan kehendak ibadah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Perintah adapun kejadian ini dijelaskan secara rinci dalam Al Quran salinan Al Baqarah, kopi Maryam, hingga salinan Al Mujadalah. Berikut ayat selengkapnya yang dikutip bermula Al Quran Kemenag.

6 Ayat Tentang Puasa dalam Al Quran

1. Surat Al Baqarah ayat 183

Pada ayat ini dijelaskan tentang perintah menanggang perut di bulan Ramadan bagi muslim sedarun menjelaskan takdir yang diberikan bagi pelakunya. Berikut bacaannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-makhluk yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas insan sebelum kamu hendaknya kamu bertakwa,”

2. Sertifikat Al Baqarah ayat 184

Masih berkaitan dengan ayat sebelumnya, pada ayat ke-184 dijelaskan keringanan berpuasa Ramadan buat nan memiliki uzur tertentu. Seperti linu atau kerumahtanggaan pengembaraan.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) beberapa masa tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit alias internal perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (terbiasa mengganti) sebanyak hari (yang kamu bukan berpuasa itu) lega periode-hari yang tidak. Dan kerjakan orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan lever mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu bertambah baik bagimu takdirnya engkau mengerti.”

3. Kopi Al Baqarah ayat 185

Seterusnya
ayat
tentang puasa dalam manuskrip Al Baqarah ayat 185 menjelaskan arti bulan Ramadan. Pelecok satunya sebagai wulan diturunkannya Al Alquran pertama kali.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, seumpama ramalan bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang ajaran itu dan pembeda (antara nan bermartabat dan yang mansukh). Karena itu, barangsiapa di antara kamu suka-suka di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa guncangan ataupun intern pengelanaan (dia tidak berpuasa), maka (teradat menggantinya), sebanyak tahun yang ditinggalkannya itu, sreg hari-waktu nan tak. Allah memaksudkan fasilitas bagimu, dan lain menuntut kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, hendaknya anda bersyukur.”

4. Dokumen Al Baqarah ayat 187

Ayat ini makin mengklarifikasi halangan yang membolehkan untuk menyingkir puasa, serta hukum-hukum yang bertalian dengan puasa. Berikut penjelasannya:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: “Dihalalkan bagimu lega malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah gaun bagimu, dan beliau merupakan gaun bagi mereka. Allah mencerna bahwa anda lain bisa menahan dirimu seorang, semata-mata Engkau mengakuri tobatmu dan mengampuni beliau. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah segala yang sudah lalu ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah sebatas jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, ialah fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Saja jangan sira campuri mereka, ketika engkau beriktikaf kerumahtanggaan masjid. Itulah qada dan qadar Tuhan, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah membersihkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

5. Salinan Maryam ayat 26

Bukan hanya puasa Bulan rahmat, puasa lainnya yang disinggung dalam Al Alquran adalah puasa nazar. Puasa nazar ini menjadi berkarakter terbiasa ketika seseorang mutakadim bernazar bakal mengerjakannya.

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Artinya: Maka makan, meneguk dan bersenanghatilah ia. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sudah bernazar berpantang cak bagi Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berkata dengan mana tahu sekali lagi pada waktu ini.”

6. Al Mujadalah ayat 4

Terakhir,
ayat
tentang puasa selanjutnya menjelaskan tentang perintah puasa kafarat. Puasa kafarat ini dibebankan kepada n partner suami istri dengan akibat tertentu yang memicunya.

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۖ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: “Maka barangsiapa bukan boleh (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) bertarak dua bulan berbaris-baris sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak ki berjebah, maka (wajib) memberi makan enam desimal insan miskin. Demikianlah agar engkau beriman kepada Halikuljabbar dan RasulNya. Itulah hukum-hukum Halikuljabbar, dan bagi orang-cucu adam yang mengingkarinya akan membujur aniaya nan sangat pedih.”

Simak Video “KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur’an Biar Khatam Pas Ramadan!

[Oyong:Video 20detik]
(rah/lus)

Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6000665/6-ayat-tentang-puasa-yang-disinggung-dalam-al-quran

Originally posted 2022-08-09 05:29:07.